Jabirbin Abdullah radhiyallahu 'anhuma, hadits yang diriwayatkan darinya berjumlah 1. 540 hadits. 7. Abu Sa'id Al Khudri radhiyallahu 'anhu, hadits yang diriwayatkan darinya berjumlah 1.170 hadits. بسم الله الرحمن الرحيم Kumpulan Hadits Tentang Tauhid (1) Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah KumpulanHadits Riwayat Muslim Dengan Nama Alloh Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang. Aku Berlindung Kepada Alloh dari Godaan Syetan Yang Terkutuk. Hadis riwayat Jabir bin Abdullah Al-Anshari ra., ia berkata: Rasulullah saw. menceritakan tentang masa terhentinya wahyu: Ketika aku sedang berjalan, tiba-tiba aku mendengar suara dari langit. RasulullahiShollallahu 'Alaihi Wasallam telah bersabda dalam Hadits Ahmad dari Ali bin Abu Tholib Rodhiyallohu 'Anhu, yang berbunyi: (Dikeluarkan oleh Muslim dalam kitab shahihnya dari hadits Jabir bin Abdullah Radhiallaahu anhu. Semoga kumpulan artikel tentang bab puasa ramadhan di atas membawa manfaat dan barokah. aamiin. 674 Jabir bin Abdullah r.a. berkata, "Rasulullah mendatangi makam Abdullah bin Ubay sesudah dimasukkan ke dalam lubangnya. Kemudian beliau menyuruh supaya diangkat sebentar dari kuburnya, lalu dikeluarkanlah ia. Setelah itu beliau meletakkannya di atas kedua lutut beliau dan meniupkan ludah beliau pada tubuh Abdullah bin Ubay. . JAKARTA - Rasulullah SAW memiliki salah seorang sahabat yang bernama Jabir Bin Abdullah. Jabir merupakan sahabat yang sangat mencintai Rasulullah SAW. Meski tergolong masih muda, namun semangatnya untuk selalu bersama Rasulullah SAW sangat tinggi. Jabir merupakan putra dari seorang syahid dalam perang Uhud, Abdullah bin 'Amr. Sahabat Nabi SAW yang banyak meriwayatkan hadits ini lahir di kota Yastrib Madinah pada 15 tahun sebelum Rasulullah SAW melakukan hijrah. Dia memeluk Islam sejak kecil ketika dia mengikuti Bai'at 'Aqabah Kedua dengan ayahnya. Ketika sang ayah bergabung dengan tentara Muslim dalam perang Uhud, Jabir diminta tetap tinggal di Madinah untuk mengurus keluarga. Abdullah memiliki banyak anak perempuan karena itu dia memerintahkan putra satu-satunya itu untuk merawat mereka dan tidak ikut berperang. Dalam perang yang menghasilkan kekalahan di tangan kaum Muslim itu, sang ayah menjadi syuhada. Jabir yang kala itu usianya belum mencapai 20 tahun, begitu sedih dengan wafatnya sang ayah sekaligus kebingungan. Sebab, dia harus merawat saudara perempuannya dan juga membayar utang ayahnya. Kekhawatirannya itu tidak luput dari perhatian Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW pun bertanya perihal kesedihan Jabir. Jabir lantas menceritakan masalahnya, bahwa sang ayah yang telah syahid meninggalkan banyak anak dan utang yang besar. Nabi SAW pun menghiburnya dengan mengatakan ayahnya termasuk di antara para syuhada dan membacakan firman Allah dari surat 3 ayat 169, yang berbunyi, "Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki." Hati Jabir pun menjadi lega ketika mendengar ayat-ayat tersebut. Jabir kemudian menikahi seorang janda yang lebih tua darinya dengan harapan istrinya bisa membantunya membesarkan adik-adik perempuannya dengan lebih baik. Bersambung. Baca juga Kisah Jabir Ibn Abdullah dan Kedermawanan Nabi SAW 2 Kisah Jabir Ibn Abdullah dan Kedermawanan Nabi SAW 3 Kisah Jabir Ibn Abdullah dan Kedermawanan Nabi SAW 4 Kisah Jabir Ibn Abdullah dan Kedermawanan Nabi SAW 5-Habis Kali ini akan dibahas kumpulan hadits tentang ghibah dalam islam lengkap bahasa arab dan artinya. Hendaknya dalil hadits ghibah ini dipelajari dan dipahami agar kita tahu bahaya dan dosa yang didapatkan jika kita menggunjing dan membicarakan keburukan orang lain ghibah. Islam adalah agama suci dan mulia, semua perbuatan tercelah dilarang dan diharamkan oleh ALLAH SWT. Gosip, fitnah, namiah/adu domba, su'udzon/buruk sangka termasuk ghibah tidak dibenarkan bagi setiap muslim yang beriman. Banyak sekali dalil bai kitab suci Al-Quran maupun hadist tentang ghibah dimana didalamnya menjelaskan mengenai bahaya dan larangan ghibah, dosa bagi pelaku ghibah dan apa saja yang termasuk ke dalam perbuatan ghibah. Dalam ayat Al-Quran, ALLAH SWT berfirman sebagai berikut, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ Artinya“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” QS. Al Hujurat 12 Selain ayat Al-Quran diatas, masih banyak dalil ghibah lainnya yang berasal dari hadist hadits Nabi Muhammad SAW. Dengan berdasarkan hadist Nabi SAW, kita bisa tahu apa pengertian ghibah menurut islam, lalu apa saja ghibah yang dibolehkan dan ghibah yang tidak diperbolehkan serta termasuk dosa besar. Dan untuk lebih jelasnya, langsung saja simak berikut ini daftar kumpulan hadits tentang ghibah menggunjing yang shahih lengkap dalam tulisan arab dan terjemahan bahasa Indonesianya. Kumpulan Hadits Tentang Ghibah Lengkap Bahasa Arab dan Artinya Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa ala aalihi wa sallam bersabda أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ قِيلَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ قَالَ إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ “Tahukah kalian apa itu ghibah?”, Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Beliau bersabda, “Yaitu engkau menceritakan tentang saudaramu yang membuatnya tidak suka.” Lalu ditanyakan kepada beliau, “Lalu bagaimana apabila pada diri saudara saya itu kenyataannya sebagaimana yang saya ungkapkan?” Maka beliau bersabda, “Apabila cerita yang engkau katakan itu sesuai dengan kenyataan maka engkau telah meng-ghibahinya. Dan apabila ternyata tidak sesuai dengan kenyataan dirinya maka engkau telah berdusta atas namanya berbuat buhtan.” HR. Muslim. Sunan Abu Dawud tercantum sebuah hadits yang diriwayatkan dari jalan Aisyah. Beliau berkata حَسْبُكَ مِنْ صَفِيَّةَ كَذَا وَكَذَا قَالَ غَيْرُ مُسَدَّدٍ تَعْنِي قَصِيرَةً فَقَالَ لَقَدْ قُلْتِ كَلِمَةً لَوْ مُزِجَتْ بِمَاءِ الْبَحْرِ لَمَزَجَتْهُ “Wahai Rasulullah, cukuplah menjadi bukti bagimu kalau ternyata Shafiyah itu memiliki sifat demikian dan demikian.” Salah seorang periwayat hadits menjelaskan maksud ucapan Aisyah bahwa Shafiyah itu orangnya pendek. Maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda “Sungguh engkau telah mengucapkan sebuah kalimat yang seandainya dicelupkan ke dalam lautan maka niscaya akan merubahnya.” Dari shahabat Sa’id bin Zaid radhiyallahu anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda ?إِنَّ مِنْ أَرْبَى الرِّبَا الإِسْتِطَالةَ فِي عِرْضِ المُسْلِمِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَفِي رِوَايَة مِنْ أَكْبَرِ الْكَبَائِرِ “Sesungguhnya termasuk riba yang paling besar dalam riwayat lain termasuk dari sebesar besarnya dosa besar adalah memperpanjang dalam membeberkan aib saudaranya muslim tanpa alasan yang benar.” Abu Dawud no. 4866-4967 إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا “Sesungguhnya darah-darah kalian, harta-harta kalian, dan juga kehormatan kalian semua itu adalah haram atas kalian sebagaimana kesucian hari kalian ini hari Arafah, pada bulan kalian ini dan di negeri kalian yang suci ini.” المُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ “Seorang muslim sejati adalah bila kaum muslimin merasa selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” Muslim حدثنا بشر بن محمد أخبرنا عبد الله أخبرنا معمر، عن همَّام بن منبه، عن أبي هريرة، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال إياكم والظن، فإن الظن أكذب الحديث، ولا تحسسوا، ولا تجسسوا، ولا تحاسدوا، ولا تدابروا، ولا تباغضوا، وكونوا عباد الله إخواناً 4849] Artinya Basyar ibn Ahmad telah bercerita kepada kami dari Abdullah dari Mu’ammar dari Hammam ibn Munabbih dari Abi Hurairah ra, dari Nabi Muhammad SAW telah bersabda Takutlah kalian akan berprasangka. Karena berprasangka adalah ucapan bohong besar. Janganlah kalian saling saling iri, saling meneliti kesalahan orang, saling hasud, saling membelakangi, saling bermusuhan. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. HR al-Bukhari لما عٌرج بى مررت بقوم لهم اظفار من نحاس يخمشون وجوههم و صدورهم فقلت من هؤلاء يا جبريل؟ قال هؤلاء الذين يأكلون لحوم الناس و يقعون فى أعراضهم. Artinya Ketika aku dinaikkan ke langit, aku melewati suatu kaum yang memiliki kuku-kuku dari tembaga, mereka melukai mencakari wajah-wajah mereka dan dada-dada mereka. Maka aku bertanya ”Siapakah mereka ya Jibril?” Jibril berkata ”Mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia dan mereka mencela kehormatan-kehormatan manusia”. Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud Dari shahabat Ibnu Umar radhiyallahu’anhu, bahwa beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانَهِ وَلَمْ يَفْضِ الإِيْمَانُ إِلَى قَلْبِهِ لاَ تُؤْذُوا المُسْلِمِيْنَ وَلاَ تُعَيِّرُوا وَلاَ تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنْ يَتَّبِعْ عَوْرَةَ أَخِيْهِ الْمُسْلِمِ تَتَّبَعَ اللهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ يَتَّبَعِ اللهُ يَفْضَحْهُ لَهُ وَلَو في جَوْفِ رَحْلِهِ Artinya“Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya yang belum sampai ke dalam hatinya, janganlah kalian mengganggu kaum muslimin, janganlah kalian menjelek-jelekkannya, janganlah kalian mencari-cari aibnya. Barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim niscaya Allah akan mencari aibnya. Barang siapa yang Allah mencari aibnya niscaya Allah akan menyingkapnya walaupun di dalam rumahnya.” At Tirmidzi dan lainnya Ada seorang wanita yang menemui Aisyah radhiyallahu anha. Tatkala wanita itu hendak keluar, Aisyah berisyarat pada Nabi shallallahu alaihi wa sallam dengan tangannya untuk menunjukkan bahwa wanita tersebut pendek. Nabi shallallahu alaihi wa sallam lantas bersabda, قَدِ اغْتَبْتِيهَا “Engkau telah mengghibahnya.” HR. Ahmad 6 136. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam.” HR. Bukhari dan Muslim كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَارْتَفَعَتْ رِيحُ جِيفَةٍ مُنْتِنَةٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَتَدْرُونَ مَا هَذِهِ الرِّيحُ هَذِهِ رِيحُ الَّذِينَ يَغْتَابُونَ الْمُؤْمِنِينَ Artinya Kami pernah bersama Nabi tiba-tiba tercium bau busuk yang tidak mengenakan. Kemudian Rasulullah bersabda, Tahukah kamu, bau apakah ini? Ini adalah bau orang-orang yang mengghibah menggosip kaum mu’minin.Hadits riwayat Ahmad dari Jabir bin Abdullah مَنْ رَدَّ عِرْضَ أَخِيْهِ رَدَّ اللهُ عَنْ وَجْهِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ Artinya “Barang siapa yang mencegah terbukanya aib saudaranya niscaya Allah akan mencegah wajahnya dari api neraka pada hari kiamat nanti.” At Tirmidzi no. 1931 dan lainnya Di dalam Sunan Tirmidzi terdapat riwayat yang menceritakan hadits dari jalan Ibnu Umar, beliau berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam naik mimbar dan menyeru dengan suara yang lantang “Wahai segenap manusia yang masih beriman dengan lisannya namun iman itu belum meresap ke dalam hatinya janganlah kalian menyakiti kaum muslimin. Dan janganlah melecehkan mereka. Dan janganlah mencari-cari kesalahan-kesalahan mereka. Karena sesungguhnya barang siapa yang sengaja mencari-cari kejelekan saudaranya sesama muslim maka Allah akan mengorek-ngorek kesalahan-kesalahannya. Dan barang siapa yang dikorek-korek kesalahannya oleh Allah maka pasti dihinakan, meskipun dia berada di dalam bilik rumahnya.” Hadits ini tercantum dalam Shahihul Musnad, 1/508 “Demi Allah, salah seorang dari kalian memakan daging bangkai ini hingga memenuhi perutnya lebih baik baginya daripada ia memakan daging saudaranya yang muslim”. Bukhari “Ghibah itu dosanya lebih berat dari dosa zina. Ditanyakan pada Nabi Bagaimana mungkin? Nabi menjawab Lelaki yang berzina lalu bertaubat, maka Allah akan menerima taubatnya. Sedangkan pelaku ghibah dosanya tidak akan diterima kecuali ia dimaafkan oleh yang dighibahi.” Tabrani “Siapa yang berkata tentang seorang mukmin dengan sesuatu yang tidak terjadi tidak dia perbuat, maka Allah SWT akan mengurungnya di dalam lumpur keringat ahli neraka, sehingga dia menarik diri dari ucapannya malakukan sesuatu yang dapat membebaskannya” HR. Ahmad. Demikianlah artikel kumpulan hadits tentang ghibah lengkap dalam bahasa arab dan artinya. Semoga dalil dalil mengenai larangan ghibah / menggunjing diatas bermanfaat dan menjadikan kita menjauhi segala perbuatan tercela termasuk membicarakan keburukan/kejelekan orang lain. Wallahu a'lam. Hadits Muslim Nomor 249 حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَمَّا كَذَّبَتْنِي قُرَيْشٌ قُمْتُ فِي الْحِجْرِ فَجَلَا اللَّهُ لِي بَيْتَ الْمَقْدِسِ فَطَفِقْتُ أُخْبِرُهُمْ عَنْ آيَاتِهِ وَأَنَا أَنْظُرُ إِلَيْهِ Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Laits] dari [Uqail] dari [az-Zuhri] dari [Ibnu Salamah bin Abdurrahman] dari [Jabir bin Abdullah] dia berkata, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda "Ketika orang-orang Quraisy mendustakanku, aku berdiri di dalam Hijir. Kemudian Allah memperlihatkan kepadaku Baitul Maqdis. Lalu aku mulai menceritakan kepada mereka tentang tanda-tanda kebesaran Allah. Ketika itu aku memandang ke arah Baitul Maqdis."

kumpulan hadits jabir bin abdullah